Selasa, 15 November 2016


ETIKA PROFESI
BAB I
MANUSIA DAN ALAM SEMESTA
Hakikat Kebenaran
Untuk memahami berbagai disiplin ilmu dan teknologi tidak seepenuhnya mampu memahami misteri keberadaan alam semesta dan tidak lagi sepenuhnya dapat menjelaskan dan memecahkan berbagai permasalahan dunia saat ini, maka perlu kita renungkan terlebih dahulu apa yang dinyatakan oleh E.F Schumacher sebagai empat kebenaran besar yaitu:
1.       Kebenaran (hakekat) tentang eksistensi (dunia /alam semesta)
2.       Kebenaran  tentang alat (tools) yang dipakai untuk memahami dunia
3.       Kebenaran tentang cara belajar tentang dunia
4.       Yang dimaksud dengan hidup di dunia
Intinya adalah bahwa ada berbagai tingkat eksistensi alam dan tingkat eksistensi kesadaran. Oleh karena itu, untuk menemukan hakekat kebenaran tidak cukup hanya dengan mengandalkan pendekatan ilmiah/ rasional.
Hakikat eksistensi  (Dunia / Alam Semesta)
Ada kecenderungan yang di sodorkan oleh saintisme modern, yaitu suatu paham yang sering disebut sebagai materialistik, mekanistik, dan deterministik yang memandang dunia fisik atau dunia materi sebagai satu-satunya keberadaan yang diakui oleh ilmu pengetahuan. Alam semesta seolah olah dianggap sebagai mesin raksasa yang bekerja secara mekanistik. Alam semesta hanya dilihat sebagai materi atau substansi yang terbentang luas dan tak bernyawa, yang misterinya mampu dipecahkan dengan pendekatan ilmiah dan rasional. Namun schumacer telah mengingatkan para ilmuan tentang adanya tingkatan-tingkatan tentang eksistensi alam semesta sbb;
1.       Benda, dapat ditulis P
2.       Tumbuhan, dapat dituliskan P+X
3.       Hewan, dapat dituliskan P+X+Y
4.       Manusia, dapat dituliskan P+X+Y+Z
Dengan memberikan simbol P untuk benda mati, X untuk unsur hidup , Y untuk kesadaran, dan Z untuk kesadaran diri (kesadaran transendental/spiritual), maka dapat dikatakan bahwa eksistensi alam semesta meiliki jenjang yang terbagi kedalam empat tingkatan. Yaitu;
a.       Tingkat pertama adalah, benda mati yang hanya memiliki unsur P (substansi, materi)
b.      Tingkat kedua adalah, tumbuh-tumbuhan, yang mempunyai unrsur P dan unsur X (kehidupan).
c.       Tingkat ketia adalah golongan hewan, yang memiliki unsur P, X, da Y (kesadaran)
d.      Tingkat ke empatan adalah, golongan manusia yang memiliki semua unsur, P, X,Y, dan Z (unsur kesadaran,transendental/spiritual).
Dapat disimpulkan bahwa hakikat keberadaan alam semesta tidak hanya terbatas pada sesuatu  yang bersifat fisik, sebagaimana diyakini oleh sementara ilmuan. Dengan kemajuan ilmu fisika dan adanya ketertarikan para ilmuan untuk mulai mengkaji hal hal spiritual secara lebih rasional, maka mulai diyakini bahwa hal-hal yang tidak tampak oleh panca indra juga merupakan bagian tak terpisahkan dari hakikat keberadaan.
Hakikat Manusia
Kecenderungan memahami hakikat manusia secara sepotong-sepotong ini sangat jelas terasa bila melihat perkembangan dan aliran dalam psikologi, khususnya menyangkut konsepsi-konsepsi psikologi tentang manusia. Mc David dan Harari (dalam Jalaluddin Rahmat 2001) mengelompokkan empat teori psikologi dikaitkan dengan konsepsinya tentang manusia sbb:
1.       Psikoanalis, yang melukiskan manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh keinginan – keinginan terpendam (homovolensi).
2.       Behaviorisme, yang menganggap manusia sebagai makhluk yang digerakkan semuanya oleh lingkungan (homomechanicus).
3.       Kognitif, yang menganggap manusia sebagai makhluk berfikir yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimulasi yang diterimanya (homosapien).
4.       Humanisme, yang melukiskan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya (homoludens).
Manusia adalah bagian dari keberdaan alam semesta. Segala sesuatu yang ada di alam semesta (makrocosmos) juga ada di dalam manusia (miticosmos). Oleh karena itu, alam semesta dan alam manusia sebenarnya sama-sama mempunyai tiga lapisan keberadaan, yaitu : fisik (body), energi pikiran (mind), kesadaran murni(roh,soul,spirit).
Hakikat Otak (Brain) kecerdasan (Intelegency)
Otak merupakan tubuh yang paling kompleks. Otak memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, antara lain : memproduksi pikiran sadar, melakukan pilihan bebas, menyimpan ingatan, memungkinkan memiliki perasaan, menjembatani kehidupan spiritual dengan kehidupan materi atau fisik, kemampuan perabaan, persentuhan, penglihatan, penciuman, berbahasa,mengendalikan berbagai organ tubuh dan sebagainya.
Spiritualitas berhubungan dengan upaya pencarian makna kehidupan melalui hubungan langsung antara diri dengan Tuhan (kekuatan tak terbatas, potensi murni). Hal tersebut dapat disimpulkan sbb:
1.       Pada awalnya para ilmuan hanya mengenal kecerdasan intelektual (IQ) dengan kecerdasan ini, manusia dianggap mamapu mengatasi berbagai persoalan hidup. Namun belakangan baru disadari bahwa sebenarnya manusia mempunyai banyak kecerdasan (multipel intelejense)
2.       Meskipun manusia mempunyai banyak kecerdasan, pada hakikatnya semua kecerdasan itu dapat dikelompokan dalam tiga jenis yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ)
3.       Ketiga jenis kecerdasan tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, dengan SQ sebagai pondasinya.
4.       Etika adalah cabang ilmu yang membahas tentang prilaku manusia, mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lain, dan manusia dengan alam.

HAKIKAT PIKIRAN (MIND) DAN KESADARAN (CONSCIOUSNESS)

Persepsi adalah proses pemberian makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir adalah mengolah informasi dan memanipulasi informasi untuk memenuhi kebutuhan atau kebutuhan respon.
Lapisan sadar berhubungan dengan dunia luar dalam wujud sensasi dan berbagai pengalaman yang didasari setiap saat. Lapisan prasadar  sering disebut  memori (ingatan) yang tersedia menyangkut pengalaman – pengalaman yang tidak disadari pada saat pengalaman tersebut terjadi, dengan mudah dapat muncul kembali menjadi kesadaran secara spontan atau dengan sedikit usaha. Lapisan tidak sadar yang merupakan lapisan yang paling dalam dari pikaran manusia, menyimpan semua dorongan insting  primitif serta emosi dan memori  yang mngancam pikiran sadar yang telah sedemikian ditekan, atau secara tidak disadari telah didorong ke dalam lapisan yang paling dalam pada pikiran manusia.
Menurut Khrisna kesadaran manusia terbagi menjadi lima tingkat / lapisan yaitu :
1.       Lapisan kesadaran fisik, yang ditentukan oleh makanan.
2.       Lapisan kesadaran psikis, yang didasarkan atas energi dari udara yang disalurkan melalui pernapasan.
3.       Lapisan kesadaran pikiran, yang merupakan kesadaran pikiran rasional dan emosional. Bila pikiran kacau atau dalam keadaan marah, maka napas akan lebih cepat. Dan sebalikanya jika pikiran tenang maka napas kita juga tenang , karena seluruh kepribadian kita ditentukan oleh pikiran .
4.       Lapiasan intelegensia (bukan Intelek ), menyangkut kesadaran hati nurani atau budi pekerti. Lapisan ini yang menyebabkan manusia menjadi bijak.
5.       Lapisan kesadaran murni (kesadaran transendental), merupakan hasil akhir pemekaran kepribadian manusia, yang merupakan tingkat kesadaran tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia.

Manusia telah memiliki kesadaran mental atau emosional yang telah berkembang, sementara hewan belum mencapai tingkat atau lapisan kesadaran ini.




TUJUAN DAN MAKNA KEHIDUPAN

  Siapapun pasti sependapat dan tidak ada yang membantah bahwa tujuan hidup umat manusia adalah untuk memeperoleh kebahagiaan. Namun dalam kehidupan sehari – hari yang dipenuhi oleh filsafat materialisme, makin banyak orang yang merasa tidak bahagia.
Tidak mudah mengukur tingkat kesadaran yang dimiliki seseorang  berdasarkan ukuran objektif atau pendekatan ilmiah yang biasa digunakan oleh ilmu pengetahuan pada umumnya. Kematangan diri hanya dapat dirasakan secara subjektif oleh yang bersangkutan melalui refleksi diri. Empat tinggkat kesadaran berdasarkan pengamalan dan pemahaman akan hakikat kehidupan sebagai berikut :
1.       Jalan syariah yaitu tahap dimana seseorang secara taat asas mengikuti hukum – hukum moral dalam kehidupan sehari – hari.
2.       Jalan tariqoh yaitu tahap dimana seseorang mencoba mencari kebenaran melalui jalan tanpa rambu.
3.       Jalan haqiqah yaitu tahap dimana seseorang telah memahami makna terdalam dari praktik syariah dan thariqah.
4.       Jalan ma’rifah yaitu tahap dimana seseorang telah mempunyai kearifan dan pengetahuan terdalam tentang kebenaran spiritual.

ALAM SEMESTA SEBAGAI SATU KESATUAN SISTEM
Alam semesta beserta seluruh isinya sebenarnya merupakan satu kesatuan sistem.  Menurut jogiyanto sistem memiliki beberapa ciri / kriteria sebagai berikut :
·         Mempunyai komponen – komponen (components/subsystems)
·         Ada batas suatu sistem (boundaries)
·         Ada lingkungan luar sistem (environment)
·         Ada  penghubung (interface)
·         Ada masukan (input), proses (process), dan keluaran (output)
·         Ada sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
Inti dari pemahaman konsep sistem adalah bahwa setiap elemen (bagian, unsur, subsistem) yang bekerja sama, saling mendukung,saling memerlukan, dan saling memengaruhi satu dengan yang lain. Gejala banjir di Jakarta adalah contoh terganggunya keseimbangan berbagai elemen yang ada. Manusia dan alam merupakan satu kesatuan sistem yang tidak dapat dipisahkan.

SPRITUALITAS DAN ETIKA
Kajian etika erat kaitannya dengan pengembangan karakter. Pemahaman tentang etika yang terpisah dari spirituaalitas ini sangat keliru. Sejatinya, setiap manusia harus menyadari bahwa kesempatan hidup di dunia ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencapai tingkat kesadaran Tuhan.


KASUS
Eksplorasi Minyak dan Gas (Migas) di Jawa

A.      Bila dilihat dari kasus eksplorasi minyak dan gas di pulau jawa, tidak bisa dipungkiri bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa alam, karena alam lah sumber terbaik dan mudah ditemukan. Alam sangat bermanfaat untuk manusia dan perekonomian di jawa, kerugian yang terjadi di jawa seharusnya dilakukan di tempat yang jauh dari penduduk karena kegiatan tersebut sanhat rwan terjadi kecelakann dan resiko yang ditimbulkan pasti merugikan lingkungan alam dan manusia. Sebaiknya kegiatan tersebut dilakukan di tempat yang jauh dari lingkungan padat penduduk, sehingga mengurangi dampak yang buruk nantinya, tetapi dengan prosedur yang sesuai semua kegiatan tidak merusak alam dan mengurangi resiko yang tidak diinginkan.
B.      Pemberian ijin konsesi  eksplorsi migas oleh pemerintah , khususnya kepada daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk paling tinggi di indonesia adalah sebuah kesalahan yang fatal. Pemerintah telah mendorong rakyatnya masuk ke dalam bom waktu yang mana akan terjadi bencana besar di masa yang akan datang.
C.      Tindakan PT Lapindo Brantas menunjukan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan tidak luput dari kesalahan, walaupun pengeboran sumur eksplorasi ini telah memakai tenaga ahli yang berpengalaman dibidangnya, tindakan PT Lapindo Brantas yang tidak memasang casing sesuai dengan spesifikasi standar tehnik pengeboran memperlihatkan bahwa didalam diri manusia juga terdapat hawa nafsu yang tidak bisa dihindari yaitu, sifat sombong atau rakus.

PENGUSAHA YANG SPIRITUAL
Dari Hery Syaefudin , beliau melakukan kegiatan yang sangat mulia, karena beliau mempunyai tujuan untuk membuka lapangan pekerjaan untuk orang –orang di Bojongsari, ciputat. Beliau rela membeli tanah dan memanfaatkan sumber dana yang ada dan membuka lapangan kerja untuk warga sekitar,  bisnis Hery sangat bermanfaatdalam pelestarian lingkungan dan penghijuan bukan hanya utuk pelestarian lingkungan Hery juga membudidayakan ikan hias yang ada di taman tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar